Syarat serta Tugas Karier Konsultan HKI dalam Indonesia

出自Ubuntu 正體中文 Wiki

跳轉到: 導航, 搜尋

Justisiari P Kusuma, Ketua Umum Asosiasi Konsultan HKI Indonesia, menegaskan untuk menjadi konsultan HKI relatif mudah, siap dari beragam disiplin ilmu. Tetapi tamat lulus dari wejangan, si calon penginstruksi harus terlebih dahulu mengikuti pendidikan HKI yang diselenggarakan sama Direktorat Jenderal (Ditjen) HKI bersama maktab pendidikan tertentu. “Ada pendidikannya, kurang lebih sepanjang tiga bulan atau empat bulan, ” katanya.

Untuk siap diangkat jadi konsultan, seseorang harus mencetuskan permohonan tertulis ke Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM. Syarat yang harus dilampirkan selain foto, kartu identitas, dan daftar riwayat muncul, adalah hasil tes bahasa Inggris & surat pernyataan sungguh sebagai PNS. Tentu saja, ada biaya yang harus dikeluarkan. Sang calon, harus sungguh lulus pelatihan pembimbing HKI.

Secara garis besar, tutur Justisiari, pemandu HKI bertugas menyantuni pemilik HKI guna mendapatkan perlindungan patokan atas HKI nya. Mulai dari si penginstruksi mengidentifikasi apakah suatu hasil karya pemilik modal tersebut bisa dilindungi sebagai HKI / tidak. Jika sanggup, masuk dalam taraf yang mana, apakah paten, hak menghasilkan, merek atau disain industri.

Tugas selanjutnya adalah membantu pencedok HKI untuk mendaftarkan di kantor Ditjen HKI. Setelah didaftarkan dan memperoleh sandaran HKI, kemudian si konsultan membantu interogator HKI untuk melakukan komersialisasi. “Seperti, mendrafting perjanjian lisensi, imbalan, dan sebagainya, itu pun tugas konsultan HKI, ” ujarnya.

Tapi, ini semua tergantung dari si pencedok http://konsultanpaten.com nya tunggal. Menurutnya, ada pencedok HKI yang meminta bantuan dari mentor HKI hanya setengah dari rangkaian tugas konsultan. Tapi, tersedia juga pemilik HKI yang memanfaatkan servis konsultan hingga pucuk dari rangkaian tugasnya, yaitu ketika terjadinya pelanggaran HKI per seseorang, si pembimbing tersebut memberi masukan bagaimana upaya patokan yang paling akurat terhadap perlindungan HKI tersebut. “Kalau kebetulan konsultan HKI tersebut juga seorang advokat, biasanya nanti dia juga bisa positif. Misalnya lapor waris, gugat ke pengadilan, seperti itu, ” katanya.

Alumnus Fakultas Norma Universitas Indonesia ini menjelaskan banyak kepandaian yang didapat seseorang apabila menjadi konsultan HKI. Misalnya, ketika ada penemuan pertama, dan konsultan tersebut bertugas memberikan perlindungannya, untuk didaftarkan, si konsultan dapat berlatih banyak dari penemuan tersebut. Karena di saat didaftarkan & diisi formulirnya, mulai situ konsultan mampu mengetahui penemuan segar tersebut. “Misalnya, terdapat investor datang memperoleh teknik untuk membuat motor yang cermat bensinnya, kita oleh sebab itu belajar”.

Tapi, terdapat pula masyarakat yang memandang sebelah emas tempawan terhadap profesi pembimbing HKI, yakni seharga dipandang menjadi pedagang daftar saja. Padahal, jika dilihat dari awal mulai identifikasi hingga pendaftaran perlindungan HKI dan akhirnya mengawal produk apabila tersedia pelanggaran, konsultan HKI terlibat semuanya.

Pada luar itu, terbang atau tidaknya pengawetan HKI lebih terserah pada terjamin atau tidaknya perlindungan menyandarkan di Indonesia. Atas dasar itu pula yang membuat investor tertarik untuk datang. Karena jika sudah biasa terjamin perlindungan hukum HKI tersebut, & disertai konsultan Hki yang handal, jadi para investor hendak tenang berinvestasi di Indonesia. “Ke menempel itu, pembangunan itu tidak semata-mata berasal dari modal dengan bersifat fisik, akan tetapi modal intelektual juga, ” tegasnya.